LOGO Klab Ngobrol Interaksihati dan Penjelasannya
Seperti halnya sebuah organisasi, rasanya tidak lengkap kalau belum memiliki identitas, ciri, atau apapun yang bisa dikenal oleh banyak orang. Salah satunya adalah logo. Sebuah organisasi bisa dikatakan telah eksis jika organisasi tersebut memiliki sebuah logo sebagai tolak ukur agar bisa lebih dikenal luas.
Begitu pun dengan Kami, Klab Ngobrol Interaksihati. Beberapa bulan ke belakang sebelum deklarasi, Kami disibukkan dengan persiapan design logo. Semua teman-teman yang berpartisipasi berkarya dengan semua imaginasi mereka.
Dan hasilnya…banyak design yang bagus, menarik dan cukup membingungkan untuk dipilih. Dari hasil yang sekian banyak itu, Kami gabung dan kami coba untuk rangkum agar semua design logo yang ada, bisa diwakili menjadi sebuah logo yang fix. Dan hasilnya adalah sebagai berikut :
Dan Berikut sedikit penjelasannya :
Bulatan : Kesungguhan dalam memelihara, menjaga, dan memajukan organisasi kami.
Warna Kuning : Simbol dari warna cahaya. Kami berharap satu sama lain diantara kami bisa saling menerangi di berbagai hal.
Tiga Garis Dinamis yang terbagi 3 : Tagline Kami yang berbunyi : berilmu, berbicara, dan bergerak.

waduh memang sangat telat melayangkan comment buat logo ISI..tapi daripada ga sama sekali…
maaf sedikit ngeleketek gorrila, mudah2an bisa berguna buat semuanya…
dalam penciptaan/perancangan sebuah logo entah itu logo perusahaan atau logo apapun. Sebuah logo mempunyai peran penting dalam pencitraan identitas, manakala logo harus menjembatani gagasan melalui visual “sederhana” agar mudah diingat dan dikenali tanpa harus berpikir panjang.
menarik melihat penjelasan diatas..betapa panjangnya penjelasan sebuah logo, namun sorry2 aja ketika logo ISI dihadapkan ke publik mereka tidak akan terlalu peduli dengan nilai filosofisnya (apalagi orang awam di bidang coorporate identity). yang mereka lihat hanya komposisi visual dan nama yang tertera.
Makna filosofis selama ini memang menjadi acuan dalam mendesain sebuah logo, tapi kadang kala desainer/perancang logo melupakan pentingnya karakter. Karakter logo yang dapat mewakili karakter si perusahaan, komunitas, dll, berdasarkan pada gagasan inti atau biasa kita bilang konsep dasar yang mau ditawarkan atau diposisikan dimata publik.
karena toh pada akhirnya, makna filosofis akan jadi “sampah” dimata publik ketika mereka tidak mau bertanya dan tidak peduli dengan makna yang terkandung didalamnya.
pentingnya sebuah pembangunan karakter yang ditawarkan kepada publik,,seperti mantra ataupun doa yang secara tidak langsung membangun image dengan sendirinya..dan hal ini yang sering luput dalam perancangan sebuah logo.
*contoh
PERSIB-dengan menampilkan logo kota bandung(stone) dan gemah ripah nya…saya belum bisa menangkap itu bisa mewakili permainan persib dilapangan toh dilihat dari visual batu, air, dan bla2 hanya mewakili sifat benda.
Liverpool-dengan angsanya, bukan memihak tapi karakter yang mereka tawarkan pada logonya sama seperti yang saya tangkap, mereka ingin mencitrakan permainan liverpool yang anggun dan gagah ditambah dengan slogan “you’re never walk alone”.
***saya bukan penggemar sepak bola***
di salah satu buku tentang advertising, tapi saya lupa judul bukunya…biasa pengaruh bla2bla2…disana dirumuskan metode perancangan “KISS” yg kalo di tulis panjang “KEEP IT SIMPLE STUPID!!”
mungkin dalam setiap perancangan tidak semua hal bisa kita sodorkan ke publik, dibutuhkan “big idea” atau tema besar..karena kita cuma butuh satu pesan agar komunikasi terjalin efektif…
salam :p
AHMAD SOLEH A.K.A FERRY A.K.A BEWWZ